Tragedi KMP Tunu Bertambah: 12 Nyawa Melayang di Laut

Redaksi

Tragedi KMP Tunu Bertambah: 12 Nyawa Melayang di Laut
Sumber: CNNIndonesia.com

Nelayan di Jembrana, Bali kembali menemukan dua jenazah laki-laki yang diduga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Penemuan ini menambah jumlah korban tewas menjadi 12 orang.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto, menjelaskan bahwa mayat pertama ditemukan sekitar pukul 7.00 WITA, 13 mil dari lokasi tenggelamnya kapal. Tim SAR gabungan Pelabuhan Gilimanuk langsung mengevakuasi jenazah tersebut.

Mayat kedua ditemukan di lokasi yang sama dan juga segera dievakuasi. Kedua jenazah telah dibawa ke RSUD Negara Kabupaten Jembrana untuk identifikasi oleh tim DVI.

Jenazah pertama ditemukan sekitar 2 kilometer dari Pantai Pebuahan. Ia mengenakan celana pendek biru dan kaos hitam. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidikarya, membenarkan informasi ini dan menyatakan identitas jenazah belum diketahui.

Sidikarya menambahkan, “Untuk ciri-ciri korban, laki-laki, menggunakan celana biru pendek dan kaus hitam. (Jenazah) diantarkan ke RSU Negara dari Pantai Pebuahan pukul 08.09 WITA, untuk proses identifikasi.”

Hingga Selasa (8/7), dari 65 penumpang dan awak kapal, 40 orang telah ditemukan. Sepuluh di antaranya meninggal dunia, 30 selamat, dan 25 lainnya masih dalam pencarian.

Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran di Selat Bali. Kondisi cuaca yang buruk seringkali menjadi faktor penyebab kecelakaan laut di wilayah ini. Perlu dilakukan peningkatan pengawasan dan pemeriksaan kelaikan kapal secara berkala untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Selain itu, perlu juga ditingkatkannya edukasi kepada penumpang dan awak kapal mengenai prosedur keselamatan di laut. Hal ini meliputi penggunaan alat keselamatan, seperti pelampung dan rompi keselamatan, serta pemahaman tentang prosedur evakuasi darurat.

Pemerintah juga perlu mempertimbangkan peningkatan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas penunjang keselamatan pelayaran di Selat Bali. Investasi dalam sistem peringatan dini cuaca dan teknologi pencarian dan penyelamatan yang lebih canggih juga sangat diperlukan.

Pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Doa dan harapan terbaik diberikan kepada keluarga korban yang tengah berduka cita. Semoga proses identifikasi jenazah dapat segera selesai dan keluarga dapat segera mendapatkan kepastian.

Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan dalam kegiatan pelayaran. Semoga kejadian ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak terkait untuk meningkatkan standar keselamatan dan mencegah tragedi serupa di masa mendatang.

Proses evakuasi dan identifikasi korban masih terus berlangsung. Informasi lebih lanjut akan terus diupdate oleh pihak berwenang.

Also Read

Tags

Topreneur