20 September 2020

Transformasi dari Konvensional ke Organik, Sawah di Bali Hasilkan Beras Selaras Alam

Beras selaras alam/Foto: istimewa

Bagikan:

Topreneur.id – Dengan penerapan metode ramah lingkungan dan tanpa menggunakan pupuk sintetis seperti urea, TSP maupun NPK, Komunitas Organik Indonesia (KOI) menghasilkan beras selaras alam. Beras ini dihasilkan dari Sawah Selaras Alam (SSA).

Menurut Christopher Emille Jayanata, pemeliharaan sawah organik ini dilakukan dengan tanpa menyemprotkan pestisida dan racun kimia lainnya.

“Selama persiapan hingga panen menggunakan MOL (Mikro Organisme Lokal) yang bahan-bahannya didapatkan dari sediaan sekitar seperti bonggol pisang, bunga kitolod, kotoran sapi, gula kelapa, dan lain-lain,” katanya.

SSA, kata Emille, memiliki visi menjadikan tanah Indonesia produktif kembali, dengan mengembalikan kekayaan alam sambil melestarikannya.

Terkait beras selaras alam, dijelaskan jika ini adalah hasil dari transformasi sawah konvensional menjadi organik, di Banjar Belulang, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

Varietas yang digunakan adalah varietas Impari 43, yang biasa ditanam oleh Subak Peselatan – Belulang, di antara penanaman padi merah varietas lokal.

Kini Beras SSA sudah bisa didapatkan di Yayasan KOI. Setiap pembelian beras ini, Anda juga turut membantu pengembangan dan pembangunan wilayah Belulang menjadi daerah yang selaras alam, ramah lingkungan, serta masyarakat yang sehat dan hidup berkualitas.

Diketahui, YKOI merupakan yayasan nirlaba yang didirikan oleh Komunitas Organik Indonesia untuk membangun daerah penghasil produk organik, sehat dan ramah lingkungan di berbagai tempat di Indonesia.

Dengan BBB (Balai Belajar Bali) YKOI ingin memberikan kontribusi bagi masyarakat Belulang dan sekitarnya, menjaga alamnya sambil meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *