Trump-Xi Bertemu, Bursa Asia Melonjak Tajam: Tarif Impor Turun?

Redaksi

Trump-Xi Bertemu, Bursa Asia Melonjak Tajam: Tarif Impor Turun?
Sumber: Liputan6.com

Pasar saham Asia-Pasifik mengawali perdagangan dengan tren positif, didorong oleh kabar positif dari pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Keduanya sepakat untuk melanjutkan negosiasi tarif dagang, memicu optimisme di kalangan investor. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk meredakan ketegangan ekonomi antara kedua negara adidaya tersebut.

Pembicaraan selama 90 menit yang berlangsung pada Kamis (5/6/2025) menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan dialog tingkat pejabat. Langkah ini disambut baik oleh pasar, yang sebelumnya dibayangi oleh ketidakpastian hubungan dagang AS-Tiongkok.

Kenaikan Indeks Saham di Asia

Indeks Nikkei 225 Jepang mencatatkan kenaikan 0,14% pada pembukaan perdagangan Jumat (6/6/2025). Topix juga menunjukkan peningkatan sebesar 0,24%.

Indeks Kospi Korea Selatan menunjukan kenaikan yang lebih signifikan, melonjak 1,49%. Kosdaq, indeks saham berkapitalisasi kecil di Korea Selatan, juga ikut naik 0,8%.

Di Australia, S&P/ASX 200 naik tipis 0,04%. Namun, kontrak berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 23.822, mengindikasikan potensi pembukaan yang lebih rendah dibandingkan penutupan sesi sebelumnya di angka 23.906,97.

Luke Yeaman, kepala ekonom dan kepala ekonomi global serta riset pasar di Commonwealth Bank, menilai kesepakatan AS-Tiongkok untuk mengurangi ketegangan menunjukkan kedua negara menyadari adanya “ambang batas kesulitan ekonomi”. Ia menambahkan bahwa dalam jangka panjang, AS dan Tiongkok akan terus mendorong kemandirian ekonomi yang lebih besar.

Penurunan Indeks Saham di Wall Street

Berbeda dengan Asia, pasar saham utama di AS justru ditutup dengan tren negatif. Penurunan S&P 500, yang dipengaruhi oleh melemahnya saham Tesla, menjadi salah satu faktor utama.

S&P 500 turun 0,53% dan ditutup pada 5.939,30. Nasdaq Composite juga mengalami penurunan sebesar 0,83%, ditutup pada 19.298,45.

Dow Jones Industrial Average juga ikut tertekan, turun 108 poin (0,25%) dan ditutup pada 42.319,74. Penurunan ini menunjukkan sentimen investor yang berbeda antara pasar Asia dan Amerika Serikat.

IHSG Menguat Jelang Libur Panjang

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,63% pada Kamis (5/6/2025), mencapai posisi 7.113,42. Kenaikan ini terjadi menjelang libur panjang Idul Adha 2025.

Indeks LQ45 juga ikut naik 0,64%, mencapai 801,70. Meskipun demikian, terdapat 332 saham yang melemah, sementara 279 saham menguat dan 197 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan mencapai 1.337.598 kali, dengan volume perdagangan 23 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 16,4 triliun. Menariknya, investor asing tercatat melakukan penjualan saham bersih sebesar Rp 720,6 miliar jelang libur panjang.

Pergerakan Sektor Saham di Indonesia

Sektor saham basic memimpin penguatan dengan kenaikan 1,74%. Sektor consumer siklikal dan energi juga menunjukan performa positif, masing-masing naik 0,68% dan 0,50%.

Sebaliknya, sektor kesehatan mengalami penurunan terbesar, mencapai 1,07%. Sektor consumer nonsiklikal dan infrastruktur juga menunjukan pelemahan.

Secara keseluruhan, kinerja IHSG yang positif menunjukkan sentimen pasar domestik yang cukup optimis meskipun ada tekanan dari penjualan bersih oleh investor asing. Perkembangan hubungan AS-Tiongkok tetap menjadi faktor penting yang perlu dipantau untuk melihat dampaknya terhadap pasar saham global, termasuk Indonesia.

Also Read

Tags

Topreneur