Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

Tulola Jewelry Resmikan Butik Ketiga di Plaza Senayan

5 min read
Read Time5 Minutes, 32 Seconds

Topreneur.id – Tulola Jewelry sebagai produk perhiasan yang mengangkat nilai-nilai budaya Tanah Air yang senantiasa mengeksplorasi tradisi perhiasan Indonesia dan dalam karyanya selalu mengambil ide dasar dari cerita, kisah, mitos bahkan semangat akan kekayaan ibu pertiwi.

Dan sebagai bagian dari pengembangan bisnis korporasi sekaligus menegaskan kiprah di industri perhiasan Tanah Air, dalam rangka perayaan hari Kartini, Tulola Jewelry secara resmi meluncurkan webseries berjudul ‘Perjalanan Tulola’ serta meresmikan gerai butik ketiganya yang berada di Plaza Senayan Lantai 2, Jakarta.

Kehadiran butik ketiga ini tentunya akan melengkapi dua butik Tulola Jewelry yang sudah hadir yang berlokasi di Bali dan Kemang yang akan semakin mendekatkan diri dengan pelanggan setianya.

Tulola Jewelry sendiri senantiasa menampilkan motif-motif komunal dengan teknik seni murni. Seratus persen hasil karya tangan (handmade) yang terinspirasi oleh kekayaan Indonesia, baik itu lewat sejarahnya hingga karya sastra dan keberagamannya. Tulola Jewelry saat ini telah memiliki sekitar seratusan karyawan yang 60% diantaranya adalah karyawan wanita, sehingga kehadiran Tulola Jewelry juga turut memberdayakan kaum wanita untuk lebih mandiri.

Lebih dekat, Tulola Jewelry mempresentasikan 3 sosok pribadi yang berbeda, 3 wanita hebat dengan karakter unik masing-masing, adalah Dewi Sri Luce Rusna yang merupakan Founder yang juga bertanggung jawab sebagai Desainer dan Direktur Kreatif; Happy Salma yang menjadi Co-Founder yang juga menangani Konsep Kreatif dan Pemasaran, serta Franka Franklin Makarim sebagai Co-Founder yang fokus dalam mengembangkan bisnis retail.

Seputar pasar perhiasan Tanah Air, Franka Franklin Makarim selaku Co-Founder Tulola Jewelry menjelaskan, “Market Indonesia begitu luas, karenanya rencana kami adalah akan membuka 4 toko di tahun 2019 ini. Dan butik di Plaza Senayan merupakan butik ketiga, setelah di Bali dan di Kemang. Berikutnya kami akan buka butik di kota lainnya”, ungkap Franka.

Awalnya, Tulola Jewelry berasal dari kisah Dewi Sri Luce Rusna yang memulai semuanya di garasi rumah. Dewi Sri Luce Rusna sendiri merupakan anak dari Desak Nyoman Suarti yang dikenal sebagai seorang maestro perak sukses di Bali yang mampu menembus pasar Internasional. Ketika bisnis keluarga mulai redup, Dewi Sri mempertahankan tukang-tukang terbaiknya dan mengajak bekerja di rumahnya untuk membantunya ketika menerima pesanan dari luar negeri sambil secara perlahan mulai membuat desain yang hanya untuk sahabat dekat dan pasar terbatas saja. Situasi tersebut yang kemudian menarik perhatian Happy Salma yang merupakan salah satu aktris film dan televisi serta pemain dan produser seni pertunjukkan untuk terlibat di bisnis perhiasan.

Dengna Dewi Sri, Happy Salma bertukar pikiran mengenai budaya Indonesia dan kekayaan motif perhiasan Tanah Air yang akhirnya melahirkan konsep kreatif dari beragam produk Tulola Jewelry. Kesamaan ketertarikan dan visi yang akhirnya mengantarkan keduanya untuk bekerja sama lebih serius dalam kreativitas bersama karya ‘One of the Kind Art Wear’ yang fokus pada peningkatan teknik kerajinan tradisional yang rumit.

Waktu pun bergulir, Happy dan Dewi Sri pun terlihat semakin solid dan melebur dalam visi yang melahirkan karya indah. Semakin jelas bahwa karya Tulola yang lahir berasal dari kekayaan Indonesia, baik itu ragam lirik, lagu, sastra dan bahkan legendanya. “Desain Tulola terinspirasi dari kekayaan motif komunal hingga akhirnya melahirkan motif baru dan dari macam ragam bentuk desain masa lampau yang diinovasikan. Ini adalah bentuk apresiasi kami untuk negeri tercinta. Bagi kami yang terpenting adalah teknik seni murni dalam pembuatan perhiasan serta motif-motif komunalnya. Perkembangan industri perhiasan yang cepat serta merta membuat Tulola untuk terus memperkaya diri dengan berinovasi hingga melahirkan beragam motif baru, desain hingga pemasaran yang efektif”, ujar Dewi Sri Luce Rusna.

Pembukaan 2 butik Tulola Jewelry di Jakarta dalam waktu kurang dari setahun merupakan sebuah lompatan besar bagi perusahaan perhiasan anak bangsa yang berdiri pada tahun 2007 di Bali ini. Seputar pembukaan butik ketiga Tulola Jewelry yang berada di shopping mall bergengsi kawasan Jakarta Selatan ini, Happy Salma selaku Co-Founder Tulola Jewelry merasa gembira dan antusias. “Kami sangat bangga, pada peresmian butik ketiga Tulola Jewelry ini, kami turut didukung oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap pelestarian kekayaan leluhur Indonesia dan khususnya mendukung generasi muda untuk maju dan berkarya. Bahkan khusus pada pembukaan butik di Plaza Senayan ini, Bank BRI memberikan diskon istimewa untuk seluruh pelanggan yang menggunakan kartu BRI sebanyak 20% yang berlaku mulai tanggal 24 – 28 April 2019 ini”, jelas Happy.

Dan sebagai bagian peresmian butik ketiga Tulola Jewelry, sekaligus diluncurkan webseries yang mengisahkan perjalanan Tulola secara apik berjumlah 6 episode berjudul ‘Perjalanan Tulola’. Pemutaran episode perdana dari webseries inilah yang akan menjadi penanda dibukanya butik ketiga Tulola Jewelry di Plaza Senayan. Diterangkan Happy Salma lebih jauh, “Kali ini, Tulola membuat sebuah karya webseries yang di sutradarai oleh Kamila Andini dengan produser Ifa Isfansyah. Tujuannya adalah bagaimana Sri dan saya, juga Franka yang bergabung dalam dua tahun belakangan ini, membagi pengalaman kami hingga lahirnya karya-karya Tulola, mulai dari ide hingga desain itu terjadi. Akan ada 6 episode yang berdurasi 5-6 menit tiap episodenya. Webseries ini akan ditayangkan setiap minggu nya mulai tanggal 26 April 2019 di akun Instagram TV @tuloladesigns dan di Youtube Tulola dengan judul ‘Perjalanan Tulola’:.

Franka Franklin menambahkan, “Kami berharap karya Tulola akan menjadi pengingat pondasi kita untuk tidak henti merawat dan berkarya dengan landasan kekayaan Indonesia dari beragam unsur. Selain itu akan ada linimasa yang khusus dibuat dan dipamerkan di butik Tulola selama 4 hari ke depan yaitu tanggal 24-28 April 2019 yang menampilkan perjalanan proses dan kreativitas Tulola”.

“Yang menarik pada pembukaan butk di Plaza Senayan ini, ada beberapa desain perhiasan khusus dibuat, yang terinspirasi dari motif interior butik baru kami”, terang Sri Luce.

Sebagai penutup, Happy menambahkan. “Harapan kami, dengan semakin tumbuhnya karya kami dan diterima serta diminati oleh pembeli dengan pasar yang semakin luas atau yang kami sebut sebagai Sahabat Tulola, maka secara tidak langsung menjadi sebuah upaya bagi keberlanjutan kehidupan ilmu praktek nyata dari warisan leluhur dengan terus mengembangkan keahlian para pengrajin”.

Acara peresmian butik ketiga Tulola Jewelry sekaligus peluncuran webseries ‘Perjalanan Tulola’ ini turut dihadiri oleh para selebriti Ibukota diantaranya Marsha Timothy, Eva Cella, Reza Rahardian, Dimas Beck, Wulan Guritno, Sigi Wimala, Zaskia Mecca, Sissy Pricilia, Kamila Andini, Marcella Zalianty, Yasmin Yapto, Laura Basuki, Susan Bachtiar, Vanessa, Mesty, Titi Rajo Bintang, Ririen Emawati dan beberapa lainnya.

Sebagai informasi, hingga saat ini, Tulola Jewelry telah memiliki 8 koleksi diantaranya koleksi ‘Juwita Malam’ (tahun 2011) yang terinspirasi dari lagu ‘Juwita Malam’ karya Ismail Marzuki; koleksi ‘Pita Loka’ (tahun 2013) yang terinspirasi dari kisah Dyah Pitaloka dari tanah Pasundan; koleksi ‘Tanah Air’ (tahun 2014) yang merupakan rupa dan wajah Tanah Air di masa lampau, di era tahun sebelum kemerdekaan dan awal kemerdekaan Tanah Air, yang terinspiirasi dari buku Douwes Dekker; koleksi ‘Bumi Manusia’ (tahun 2015) yang merupakan sebuah penghormatan pada sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer; koleksi ‘Lingkaran Semesta’ (tahun 2016) yang merupakan perwujudan dari takdir dan kejadian yang menimpa manusia; koleksi ‘Truth’ (tahun 2017) yang menerjemahkan semangat dan terima kasih untuk Sahabat Tulola; koleksi ‘Ubud’ (tahun 2018) yang terinspirasi dari kekayaan alam dan arsitektur Ubud dan akhirnya koleksi ‘Dewi Seri’ (tahun 2018) yang terinspirasi dari padi sebagai simbol siklus kehidupan.

0 0

About Post Author

Redaksi

Editor
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *