UBL Terpilih Jadi Koordinator KKN Tematik Citarum Harum

Topreneur.ID – Sejak berdiri tahun 1979, Universitas Budi Luhur (UBL) terus mencetak alumni yang berkualitas. Pada semester Gasal 2017/2018 ini, UBL kembali mewisuda sebanyak 1082 wisudawan yang terdiri dari ahli madya, sarjana, dan magister.

Rektor UBL Prof. Didik Sulistyanto dalam sambutannya mengatakan, UBL konsisten untuk menjadi universitas unggulan di Tanah Air dengan dilandasi kecerdasan yang berbudi luhur. Berdasarkan 4ICU (4 International Colleges and Universities), pada April 2018 UBL tercatat di peringkat ke-113 dari 4356 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia.

Prestasi lain yang juga disandang oleh UBL, antara lain memperoleh grant untuk 18 Tim Peneliti dan Pengabdian Masyarakat dan 5 Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) oleh Kemristekdikti Tahun Anggaran 2018, menjadi anggota dari Organisasi Pendidikan Tinggi Internasional ASAIHL (The Association of Southeast Asian Institution of Higher Learning) dan Asia Pacific Research APCORE (Asia Pacific Consortium of Researchers and Educators), memroduksi mobil listrik BLITS untuk Rally Dakar 2019, dan menjadi koordinator dari 330 Universitas dan Perguruan Tinggi Negeri se-DKI untuk pelaksanaan KKN Tematik Citarum Harum yang merupakan program dari Presiden Republik Indonesia.

“Kami terus berpacu untuk meningkatkan inovasi, motivasi, dan entrepreneurship untuk kemajuan dan kejayaan negeri. Bahkan, kami juga berencana mendirikan Kampus Satellite Budi Luhur di Den Haag, Belanda sebagai program studi big data dan cyber security,” kata Didik.

Terkait KKN Tematik Citarum Harum, Didik menjelaskan, pada Juli—Agustus 2018 ini UBL akan melepas 550 mahasiswa ke 33 titik di beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Pada gelaran wisuda kali ini, yang istimewa adalah dengan telah dilengkapinya ijazah wisudawan dengan PIN NINA, sebagai legalitas bahwa wisudawan dan wisudawati telah  mengikuti pembelajaran sekaligus terdata di pangkalan data Kemenristekdikti dan menjadi garansi pasti dari pemerintah. “Saat ini baru tiga perguruan tinggi swasta yang menggunakan PIN NINA ini, salah satunya adalah UBL. Ijazah yang sudah dilengkapi dengan PIN NINA, datanya sudah aman dan tercatat di pangkalan data nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Dr Illah Sailah selaku Koordinator Kopertis Wilayah III DKI Jakarta menyebutkan, ia mengapresiasi seluruh prestasi dan pengabdian UBL terhadap masyarakat. Di matanya, salah satu yang menarik, misalnya, program Bank Sampah yang kemudian dijadikan beragam produk kreatif.

Dalam orasinya, ia mengungkapkan, “Terima kasih karena UBL telah konsisten melakukan pelaporan di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi yang mencapai 100%. Saya juga mengapresiasi lantaran ada 87 mahasiswa UBL yang meraih beasiswa pemerintah. Ini adalah jumlah terbanyak,” sebutnya.

Dalam kegiatan ini Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Dr. A.M Fachir, yang juga  hadir tampil sebagai pembicara. Ia menyampaikan pidato singkat mengenai ‘Peranan Diplomasi Indonesia dalam Meningkatkan Politik Luar Negeri Republik Indonesia di Era Zaman Now’. “Kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah bukanlah sebuah opsi tapi sebagai keniscayaan,” demikian A.M Fachir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *