Sen. Jul 6th, 2020

Unik, Mahasiswa ini Kembangkan Bisnis Berbahan Kain Organik

Istimewa

Bagikan:

Ajeng Pangestu, mahasiswa semester 6 Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris Universitas Bina Sarana Infomatika (UBSI) telah berhasil merintis usaha di dunia fashion anak. Ia membangun bisnis di bidang design dan produksi pakaian anak usia 2-8 tahun dengan bahan organik.

Ajeng juga pernah menjadi pemenang Kompetisi Wiramuda Indonesia ditahun 2018, Ajeng juga telah lolos dan terpilih untuk mengikuti Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) di Politeknik Negeri Batam pada November 2019 silam.

“Pakaian organik merupakan pakaian yang dijahit dari kain organik. Organic cotton garments are likely to be free from chlorine bleaches and synthetic dyes, juga tidak menggunakan pestisida” jelas Ajeng dalam keterangan tertulisnya.

Ajeng pun menjelaskan mengenalkan soal kain katun organik kepada khalayak ramai merupakan satu hal yang penting baginya karena bukan saja untuk lingkungan, tapi juga untuk kenyamanan, dan kesehatan kulit anak.

“Banyak orang skeptis tentang pengaruh baju terhadap kulit anak. Jika pernah mencoba menggunakannya, akan mengetahui bahwa mengganti bahan pakaian memang berpengaruh signifikan, terutama untuk anak-anak yang kulitnya sensitif,” tutur Ajeng.

Perempuan dengan IPK terakhir 3,95 ini pun menjelaskan bahwa serat kainnya lebih halus dibanding kain katun konvensional, breathable, tidak mengandung pestisida dan bahan kimia berbahaya, tentunya aman dikulit anak yang sensitif. Kulit anak-anak yang cenderung lebih sensitif, lebih adaptif terhadap bahan katun yang melalui proses 100% alami.

“Anak-anak mudah gatal karena keringat atau menderita eczema, katun organik adalah pilihan yang tepat. Karena bahan pakaian ini tidak memperburuk kondisi gatal dan justru membuat anak merasa nyaman karena memiliki daya serap keringat yang baik, dan memberikan kulit ruang untuk bernafas,” ungkap perempuan yang saat ini sudah memiliki kurang lebih 9 karyawan ini.

Ia juga memaparkan pemrosesan alami merangsang katun organik untuk melepaskan karakter terbaiknya, seperti anti tungau, bakteri dan jamur (yang menyebabkan bau badan), dan memiliki daya pakai cukup lama karena kualitas kapas yang maksimal, serta berdampak baik untuk lingkungan karena kain organik tidak mengandung plastik yang sulit diurai bumi. Kain organik adalah kain yang eco-friendly dan biodegradable.

“Sayangnya, pakaian organik banyak di produksi brand-brand anak di luar negeri yang harganya masih cukup tinggi” kata Ajeng.

Ajeng juga menyampaikan bahwa pakaian organik sendiri belum banyak dijual di Indonesia namun ada beberapa brand pakaian anak di Indonesia yang sudah mulai memproduksi pakaian anak dengan kain organik seperti balabalabear yang merupakan brand yang diproduksinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *