Waspada! Banjir Rob Ancam Pesisir Jatim Hingga Juli 2025

Redaksi

Waspada! Banjir Rob Ancam Pesisir Jatim Hingga Juli 2025
Sumber: Kompas.com

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir Jawa Timur. Peringatan ini berlaku mulai 10 hingga 13 Juli 2025.

Banjir rob diprediksi terjadi akibat fenomena bulan purnama atau full moon yang memicu pasang maksimum air laut. BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan.

Wilayah Pesisir Jawa Timur Terancam Banjir Rob

Beberapa wilayah pesisir Jawa Timur berpotensi terdampak banjir rob. Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diperkirakan mengalami pasang maksimum 130-150 sentimeter.

Pasang maksimum diprediksi terjadi antara pukul 10.00-12.00 WIB. Wilayah lain yang berisiko meliputi Surabaya Timur, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, dan Sampang.

Daerah Kalianget juga diprediksi terdampak dengan ketinggian pasang maksimum mencapai 130 sentimeter pada rentang waktu yang sama.

Dampak Banjir Rob bagi Masyarakat

Ketinggian pasang maksimum air laut yang mencapai 130 hingga 150 sentimeter dari rata-rata muka air laut berpotensi menimbulkan genangan rob.

Genangan ini dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat pesisir. Transportasi di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir akan terhambat.

Aktivitas petani garam dan perikanan darat juga terancam. Kegiatan bongkar muat di pelabuhan pun berpotensi terganggu.

Imbauan BMKG dan Persiapan Masyarakat

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terkini dari BMKG sebelum beraktivitas di wilayah pesisir Jawa Timur.

Informasi yang akurat dan up-to-date sangat penting untuk meminimalisir dampak negatif dari banjir rob. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama.

Penting bagi masyarakat pesisir untuk memahami potensi risiko banjir rob dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk. Mengetahui kondisi pasang surut dan tingkat ketinggian air secara berkala sangat penting.

Masyarakat juga diharapkan untuk meningkatkan koordinasi dengan pihak berwenang setempat, guna mempersiapkan langkah-langkah evakuasi bila diperlukan.

Fenomena bulan purnama memang secara berkala menyebabkan pasang maksimum. Namun, perlu diingat bahwa prediksi BMKG ini didasarkan pada data dan perhitungan ilmiah. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi langkah terbaik dalam menghadapi potensi bencana alam seperti banjir rob.

Dengan memperhatikan imbauan BMKG dan melakukan persiapan yang matang, diharapkan dampak negatif banjir rob dapat diminimalisir. Semoga informasi ini bermanfaat bagi masyarakat pesisir Jawa Timur.

Also Read

Tags

Topreneur