WeBank, Bank Digital Pertama Tiongkok Kenalkan Paradigma ‘3O’

Foto: istimewa

Topreneur.id – Henry Ma, Vice President and Chief Information Officer WeBank di Singapura, menunjukkan dunia masa depan tentang ‘Perbankan Terbuka’ (Open Banking) di hadapan pengunjung ajang Money 20/20, serta memperkenalkan Paradigma ‘3O’ tentang layanan perbankan terbuka, dan sejumlah pendekatan terkait upaya mengatasi sejumlah tantangan yang muncul.

Gartner telah mendefinisikan ‘Perbankan Terbuka’ sebagai bisnis platform, tempat data, algoritma serta catatan transaksi dan prosedur dibagikan di dalam ekosistem untuk menyajikan sejumlah layanan bagi para mitra kerja, termasuk berbagai pelanggan, pegawai, pengembang teknologi pihak ketiga, perusahaan TekFin dan vendor.

Henry meyakini model perbankan terbuka bisa membantu pihak bank untuk menanamkan produk, risiko dan teknologi ke dalam industri tertentu, serta pada gilirannya, pihak bank dapat menjajaki pelanggan-pelanggan sasaran mereka secara lebih langsung.

Hal ini merupakan situasi yang saling-menguntungkan. Sejumlah bank bisa memberikan berbagai layanan keuangan berdasarkan konteks, untuk para pelanggan yang paling memerlukannya di tengah beragam skenario. Di sisi lain, mitra-mitra usaha yang tak memiliki keahlian dan kapasitas di bidang keuangan, bisa melayani para pelanggannya dengan lebih baik.

Hasilnya, pihak bank bisa menjangkau segmen pasar yang berjumlah besar, yakni kalangan yang biasanya belum atau kurang terjangkau layanan perbankan, serta secara efektif mempromosikan keuangan inklusif.  

‘Perbankan Terbuka’ telah menarik minat besar dari kalangan perbankan di Tiongkok pada tahun lalu (2018), dan banyak dari mereka yang telah meluncurkan platform perbankan terbuka berdasarkan sejumlah teknologi API.

Namun, menurut Henry Ma, perbankan terbuka dinilai lebih dari sekadar teknologi API, dan memiliki ciri khas yang merupakan Paradigma ‘3O’, yakni ‘Platform Terbuka’ (Open Platform), ‘Inovasi Terbuka’ (Open Innovation), serta ‘Kolaborasi Terbuka’ (Open Collaboration).

  • Platform Terbuka memerlukan beberapa penggunaan teknologi API, SDK dan H5 untuk menyediakan layanan perbankan bagi para mitra.
  • Inovasi Terbuka mendorong peranti lunak open source, lisensi hak kekayaan intelektual serta pelaksanaan referensi guna memberdayakan kemitraan.
  • Kolaborasi Terbuka membina aliansi bisnis di samping teknologi yang terdistribusi.

Saat ini, WeBank giat mempraktikkan Paradigma ‘3O’ dan menerapkan sejumlah teknologi unggulannya dalam beberapa kasus penggunaan di industri keuangan, serta pada mitra-mitranya di industri-industri lain, termasuk layanan hukum, media, hiburan, layanan publik dan pemerintahan serta ritel. WeBank berupaya menjadi inovator bagi jasa keuangan yang kontekstual, pelopor di komunitas teknologi serta arsitek bagi ekosistem bisnis yang kolaboratif.

Sejalan dengan perkembangan perbankan terbuka, ada beberapa risiko dan tantangan yang muncul. Keamanan siber, konektivitas dengan berbagai jenis dan banyak mitra, keberlanjutan usaha, kerahasiaan data dan budaya perusahaan merupakan isu-isu yang biasanya harus ditanggulangi.

Demi mengatasi isu-isu tersebut, mekanisme kajian yang terpadu untuk risiko siber perlu dijalankan, serta penerapan sejumlah teknologi inovatif seperti ‘Rantai Konsorsium Terbuka’ (Open Consortium Chain) agar bisa memperingkas konektivitas bersama para mitra, membuat rencana keberlanjutan usaha secara lengkap, memperkenalkan identitas terdistribusi yang berbasiskan blockchain, serta solusi perlindungan kerahasiaan data dan membina budaya pengambilan keputusan yang gesit dan terdesentralisasi. Langkah-langkah ini diyakini menjadi praktik terbaik yang terpenting bagi era Perbankan Terbuka di WeBank.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *