18 September 2021

Wisata Aman di Labuan Bajo dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

3 min read
Bagikan:

Salah satu destinasi wisata super prioritas yang saat ini menjadi perhatian Publik adalah Labuan Bajo, Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT). Labuan Bajo merupakan satu dari sekian banyak potensi wisata Indonesia yang menjadi prioritas penataan dan pengembangan wisatawan oleh pemerintah. Sebagai satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Labuan Bajo terus berbenah. Seiring penanganan Covid-19 oleh pemerintah dan telah diterapkannya kebiasaan baru (new normal), berbagai sektor pun mulai menunjukkan geliatnya, tak terkecuali sektor pariwisata. 

Pelaksanaan kebiasaan baru yang diikuti dengan pelaksanaan protokol kesehatan diharapkan dapat mendukung rencana pembukaan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif terutama di Labuan Bajo secara bertahap sehingga dapat menggerakkan kembali usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, sektor yang paling terdampak dari pandemi COVID-19.

Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik menggelar Webinar Genposting (Generasi Positive Thinking) pada Hari Selasa (16/2) dengan tema: “Wisata Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru: Strategi Promosi Pariwisata Labuan Bajo dalam mendukung peningkatan Perekonomian Nasional”.

Webinar dimulai dengan keynote speech dari Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Dr. Widodo Muktiyo. Dalam sambutannya, beliau berharap lima Destinasi Super Prioritas mampu menjadi destinasi role model atau percontohan di mana ekosistem di dalamnya dapat memperhatikan upaya pariwisata aman di tengah Covid-19, dengan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment). “Inilah yang menjadi hal penting dan harus kita komunikasikan supaya dari sisi pemerintah dan industri mengupayakan secara maksimal tetapi dari komunikasi publik masyarakat jadi paham bagaimana mengikuti protokol kesehatan yang ketat untuk bisa menjalani wisata”, ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Augustinus Rinus menyampaikan dalam paparannya bahwa pandemi telah menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan yang signifikan. Oleh karena itu, pariwisata perlu senantiasa dikembangkan dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Persoalan yang dihadapi saat ini adalah mayoritas dari angkatan kerja Manggarai Barat adalah lulusan SD, sehingga dikhawatirkan akan menjadi penonton di negeri sendiri. Harapannya, Pemerintah Pusat dapat membantu meningkatkan SDM di Manggarai Barat, salah satunya dengan didirikannya Politeknik Pariwisata untuk mempersiapkan SDM Manggarai Barat.

Augustinus juga menyampaikan bahwa Labuan Bajo sudah siap menerima wisatawan baik mancanegara maupun nusantara karena sudah menerapkan kebijakan protokol kesehatan yang ketat, juga sudah dilakukan simulasi safety and security yang pertama di Indonesia, pelatihan CHSE serta bimbingan teknis untuk industri hotel dan pariwisata. “Pariwisata Labuan Bajo sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik jadi silahkan, ayo, datang ke Labuan Bajo!”, tegasnya

Selanjutnya, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary mengajak semua peserta dan masyarakat, berkontribusi dalam mempromosikan destinasi wisata di Indonesia dengan memanfaatkan media sosialnya melalui konten-konten menarik. Hal ini diharapkan dapat mengkomunikasikan lebih luas program-program baik dari pemerintah daerah maupun program dari destinasi pariwisata Indonesia.

Ketua Generasi Pesona Indonesia (GENPI) Nasional, Siti Chotijah S.IP MA, menyampaikan bahwa GenPI adalah komunitas yang aktif mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Secara umum, GenPI melakukan kegiatan mayoritas secara online dan beberapa kegiatan offline. Chotijah menjelaskan bahwa terdapat hal yang signifikan untuk diperhatikan yakni menentukan pesan utama yang ingin dikomunikasikan kepada publik sebagai bentuk kesiapan komitmen Labuan Bajo sebagai Destinasi Super Prioritas. Beberapa pesan utama diantaranya Labuan Bajo mengedepankan Protokol CHSE & Mitigasi pariwisata, serta Potensi 3A (Atraksi, Akomodasi, Aksesibilitas).

Menutup acara, Dr. Ir. Harisantosa Sungkari, M.H menambahkan bahwa diharapkan sektor pariwisata Indonesia akan rebound mulai dengan wisatawan domestic dan beranjak ke wisatawan asing, dengan menerapkan Travel Bubble, Point to Point. Sehingga dari kacamata pemasaran pariwisata Indonesia dapat memberikan diferensiasi dan mengedepankan protokol kesehatan.

Kolaborasi Pentahelix Pariwisata menjadi suatu keharusan, di mana akademisi, pelaku bisnis, komunitas, Pemerintah dan media bersatu mendukung pariwisata pulih dari pandemi Covid-19. Labuan Bajo merupakan investasi jangka panjang bagi negara Indonesia. Oleh karena itu, perlu perhatian yang lebih agar nantinya Labuan Bajo dapat dinikmati anak cucu kita, generasi penerus bangsa.

Webinar yang juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Ditjen IKP Kominfo ini dipandu oleh Yosh Aditya sebagai moderator dan diikuti lebih dari 500 peserta dari pelaku usaha pariwisata, pelaku UMKM, Akademisi dan generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *