24 November 2020

Yuk, Wisata Edukasi Berbasis Lingkungan

Bagikan:

TOPRENEUR.ID – Berawal dari hobi pemiliknya, Chandra Gunawan Hendarto, Godongijo kini menjadi salah satu lokasi wisata edukasi favorit banyak warga Jakarta, terutama anak-anak sekolah. Berlokasi di Jl Cinangka, Depok, Jawa Barat, saat ini Godongijo memiliki 4 unit bisnis, yakni ecotainment, vertical garden, pemancingan, dan kafe.

Manager Godongijo, Jane Nadea mengatakan, jika transformasi Godongijo bermula dari penangkaran reptile, kemudia menjadi perusahaan yang membudidayakan aneka tanaman hias impor, dan kini menjadi lokasi wisata edukasi berbasis lingkungan. “Awalnya kami memelihara reptile dan mamalia unik dan langka, tapi itu tidak berjalan baik. Lalu pada 2002 mulai bergerak ke tanaman hias. Sektor ini sangat menjanjikan, sebab kami dari semula hanya menjual ratusan pot, dalam waktu singkat mampu menjual hingga puluhan ribu pot,” kata Jane.

Di masa jayanya, konsumennya tidak hanya dalam negeri, bahkan tanaman hiasnya juga mampu menembus pasar mancanegara. Hebatnya lagi, sejarah mencatatkan jika Godongijo sampai-sampai sewa pesawat 1 khusus untuk mendatangkan tanaman dari luar negeri. “Ya, kami sempat sewa 1 pesawat khusus yang isinya semua tanaman, karena kalau pakai laut kan pasti lama. Di tahun  2008-an, Indonesia booming tanaman dari anthurium, adenium, aglonema, sampai puring. Harganya juga cukup mahal. Kala itu kami prediksi tren itu akan berlangsung hingga 5 tahun. Tapi yang terjadi –karena terlalu dibombardir tanaman, hanya dalam setahun tren tersebut langsung lenyap. Selama 4 tahun kami mengalami kerugian. Agar kami bisa tetap bertahan, kami melakukan inovasi dengan konsep baru, ecotainment,” terangnya.

Yang dilakukan Godongijo adalah dengan memberikan pembelajaran bagaimana cara merawat tanaman, membuat bisnis plan, trik marketing, dan lainnya. Cara tersebut terbukti ampuh hingga membuat perusahaan tersebut tetap eksis. Selain ecotainment, unit bisnis lain yang juga digarapnya adalah vertical garden, pemancingan, dan café.

“Sekarang kami dikenal dengan ecotainment-nya. Kami banyak dikunjungi oleh anak-anak sekolah di Jabodetabek. Tempat ini berubah fungsi menjadi lokasi wisata edukasi berbasis lingkungan. Godongijo malah tumbuh dengan sama sekali tidak menjual tanaman.Dengan inovasi yang dilakukan, hampir 60% pendapatan kami berasal dari ecotainment.”

Diakuinya, kunjungan saat ini yang paling dominan terdiri dari anak-anak sekolah. Jumlah rata-ratanya dalam sebulan antara 8.000 sampai 10.000 siswa. Untuk kunjungan rombongan, pihaknya memberikan biaya administrasi dari Rp100-200 ribu per siswa. Namun bagi yang memiliki keterbatasan dana, pihaknya juga menyediakan paket murah meriah,” sebutnya. Godongijo sendiri memiliki luas lahan 3 hektare, dimana sebagiannya telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *