ZTE Raih 25 Kontrak Komersial 5G

Ilustrasi: istimewa

TOPRENEUR.id – ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), vendor terkemuka di dunia untuk solusi telekomunikasi, teknologi bagi kalangan perusahaan dan konsumen dalam sektor Internet Seluler (Mobile Internet), mengumumkan keberhasilannya dalam meraih 25 kontrak komersial 5G di seluruh dunia, dan telah berkomitmen terhadap sejumlah kemitraan di bidang 5G, bersama lebih dari 60 operator di seluruh dunia.

Digerakkan oleh inovasi, ZTE telah menjadikan 5G sebagai strategi pengembangan intinya. ZTE ialah kontributor dan peserta penting dalam riset serta standardisasi teknologi 5G di dunia.

Menurut IPlytics, perangkat market intelligence untuk mengkaji berbagai tren teknologi, perkembangan pasar, dan posisi daya saing sebuah perusahaan, per 15 Juni, ZTE telah mengumumkan 1.424 kategori 5G Standard-Essential Patents(SEP) dan pendaftaran paten ke European Telecommunications Standards Institute (ETSI), berada di jajaran 3 besar untuk jumlah kategori paten tersebut.

ZTE telah mengajukan lebih dari 3.500 pendaftaran paten 5G, dan lebih dari 30 pakar di perusahaan telah menjabat posisi penting, seperti presiden dan reporter, di berbagai organisasi standardisasi internasional. Mereka telah mengirimkan lebih dari 45.000 makalah ke sejumlah lembaga, termasuk 7.000 lebih proposal untuk standar internasional 5G NR/NexGenCore.

ZTE, lewat berbagai fitur pada produk dan solusi 5G terpadu (end-to-end) yang komprehensif, serta segudang pengalaman dalam pembangunan jaringan, sepenuhnya terlibat dalam menjalankan sejumlah jaringan 5G komersial. Perusahaan terus mempertahankan daya saing teknologi, dan bekerja sama dengan berbagai mitra di sektor hulu dan hilir di seluruh industri guna mempromosikan penggunaan komersial 5G.

Dalam hal akses nirkabel, sejumlah produk komersial 5G AAU dengan seri lengkap dari ZTE telah mewujudkan jangkauan berspektrum utuh dan aplikasi di seluruh skenario 5G, mendukung pembangunan jaringan 5G secara cepat lewat base station moda-ganda 5G NSA&SA, base stations UBR multimoda, pembagian spektrum, solusi UniSite, serta sejumlah peralatan peranti keras access-layer yangsederhana lainnya. Platform IT BBU-nya dengan kapasitas yang sangat besar, memberikan dukungan bagi konvergensi dan evolusi jaringan Multimoda dengan konektivitas minimal.

Sebagai jaringan inti, 5G Common Core komersial pertama yang diluncurkan ZTE mendukung konvergensi lengkap 2G/3G/4G/5G/fixed secara terpadu, serta 3GPP R15 SA dan NSA, sehingga dapat memangkas biaya investasi sebesar 40% bagi kalangan operator.

Dalam aspek jaringan transportasi 5G, produk terpadu 5G Flexhaul ZTE siap digunakan secara komersial, dan penerapan berskala luas telah dimulai. Kinerja latensi yang sangat rendah jauh lebih baik dari para pesaingnya, sementara, spesifikasi teknis untuk sinkronisasi waktu yang sangat cermat sepenuhnya sesuai dengan 3GPP, mendekati definisi untuk jaringan yang memiliki “sinkronisasi sempurna”. Teknologi pembentukan multidimensi dan FEC generasi baru bisa meningkatkan jarak transmisi di atas 100G sebesar 30%, secara drastis mengurangi kerumitan dalam pemasangan jaringan di atas 100G, serta biaya pembaruan perangkat. 

Dalam bidang terminal, ZTE telah bekerja sama dengan lebih dari 20 operator di seluruh dunia dalam pengembangan terminal 5G. Sejumlah solusi terminal 5G ZTE mencakup ponsel canggih 5G, 5G outdoor routers, 5G indoor routers, 5G mobile hotspots, 5G data terminals serta modul 5G, di antara produk terminal 5G jenis serialized serta polymorphic. ZTE juga menyajikan berbagai solusi modular 5G yang sesuai pesanan bagi beragam industri. ZTE melansir ponsel 5G andalannya yang pertama, Axon 10 Pro, di ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, pada Februari 2019, memimpin komersialisasi ponsel 5G. Pada semester I-2019, ZTE Axon 10 Pro versi 5G berturut-turut diluncurkan di Tiongkok, Jerman, Uni Emirat Arab, Finlandia, Austria, dan lain-lain. Penjualan perangkat ini resmi dimulai di Finlandia dan Uni Emirat Arab.

ZTE membantu kalangan operator dalam membangun jaringan 5G ideal, berdasarkan filosofi tripartit “Greatness Lies in Simplicity”, “Swiftness Is Invincible”, serta “Act Dynamically”, sementara itu, di tengah proses pembangunan jaringan, mempertimbangkan empat aspek aritmetika: penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian:

Aspek pengurangan merujuk pada “Greatness Lies in Simplicity”, dengan membangun jaringan minimalis, menyatukan susunan kendali jaringan (network control layer), memperingkas peralatan peranti keras untuk susunan akses (access layer), serta mewujudkan fitur peranti keras bersama (shared hardware).

Aspek penjumlahan berarti meningkatkan “intelligence quotient” atau “IQ” jaringan sehingga dapat tampil lebih mutakhir dan memperbesar daya saing dari peralatan jaringan.

Aspek pembagian berhubungan dengan memilah-milah skenario dan memakai teknologi slicing pada segmen jaringan fisik agar menjadi beberapa jaringan seluler virtual (virtual mobile networks) yang melayani kalangan pelanggan vertikal N secara sekaligus. Metode ini membuat jaringan dapat digunakan kembali dan menekan biaya pembangunan, pengelolaan, serta pemeliharaan jaringan, sambil turut memangkas biaya yang terkait dengan uji coba aplikasi, dan meningkatkan kecepatan daring.

Aspek perkalian berarti lintasbatas dalam banyak hal, sebagian besar merujuk pada jaringan 5G yang “diperbanyak” di berbagai vertikal, menghadirkan kendali 5G, 5G UAV, AR/VR serta fitur-fitur lain, memanfaatkan agregasi teknologi sebagai cara holistis untuk menghimpun industri secara keseluruhan, sambil mengubah aset-aset industri supaya bernilai tambah untuk berbagai jaringan TI dan komunikasi, dengan demikian, langkah ini mengusung sebuah revolusi yang mengubah model bisnis masing-masing vertikal industri.

Mengingat besarnya permintaan terhadap berbagai aplikasi 5G dan berubahnya cara sejumlah perusahaan dalam bekerja sama di era 5G, ZTE dan berbagai mitranya sama-sama menggarap banyak proyek penjajakan tentang aplikasi industri 5G, mempromosikan integrasi dan pengembangan lintasindustri, industri mutakhir (intelligent industry), keamanan canggih (intelligent security) serta berbagai aplikasi industri lainnya, demi membangun ekosistem industri yang sehat dan lengkap secara berbarengan.

Hingga kini, ZTE telah bermitra dengan kalangan operator dan mitra kerja guna membangun sejumlah model untuk aplikasi industri vertikal pada bidang 5G+, di lebih dari 15 vertikal, serta menjalin kerja sama strategis dengan hampir 200 mitra dalam ekosistem untuk mempromosikan transformasi digital di industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *