Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

Zuber Qomarudin, Otak-atik Digital Marketing dan Riset Media Sosial

2 min read

Zuber Qomarudin, CEO Dikindo/Foto: ist

Read Time1 Minute, 53 Second

Topreneur.id – Teknologi digital berkembang begitu pesat. Hampir seluruh bidang bisnis melakukan digitalisasi pada bisnisnya. Hal inilah yang membuat peluang digital marketing semakin cerah.

Zuber Qomaruddin adalah salah satu orang yang menangkap peluang ini. Melalui Dikindo, perusahaan yang didirikannya, ia bergerak di bidang digital marketing dan IT solution. “Kami ada beberapa layanan seperti branding, layanan social media marketing, SEO, dan roset social media,” katanya.

Diakuinya, dirinya termasuk orang yang telah lama berkecimpung dalam dunia internet. Saat ini dengan tren digitalisasi, persaingan di bisnis ini pun terbilang sangatlah ketat. Terlebih, banyak perusahaan besar yang ‘turun’ ke bidang ini.

Tapi dirinya meyakini, meskipun tensi persaingan besar, bisnis digital memiliki peluang yang besar pula. “Peluangnya sama, sebab kita start-nya sama. Bukan tidak mungkin perusahaan yang baru tumbuh bisa mengalahkan perusahaan yang sudah eksis sebelumnya. Termasuk kami tetap optimis dalam tiga tahun ke depan bisa bertumbuh dengan baik,” ujarnya.

Dikindo sendiri fokus dalam memberikan solusi bagi klien yang memerlukan riset social media dan digital marketing. Zuber menyebut, saat ini kliennya terdiri dari pemerintahan, perusahaan, dan perseorangan untuk layanan personal branding.

“Ke depan kami akan memokuskan layanannya, sehingga kami dikenal sebagai perusahaan yang popular dengan layanan tertentu.”

Menurut Zuber, dalam bisnis digital ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Tantangan tersebut berupa penyediaan SDM, competitor yang disokong oleh holding tertentu, dan teknologi.

“Bisnis digital ini perkembangannya sangat cepat. Tidak seperti bisnis seperti kuliner. Jadi, mau tidak mau kita harus up to date terhadap teknologi. Tidak bisa leha-leha lagi,” ulasnya.

Baginya, riset di social media ini menarik. Sebab sosmed ini memiliki pengaruh yang luar biasa. Melalui sosmed ini bisa menciptakan masyarakat percaya terhadap suatu brand atau sebaliknya.

Apalagi masyarakat di Indonesia termasuk yang senang berinteraksi sosial. Sehingga keberadaan sosmed ini akan selalu dibutuhkan.

Diketahui, interaksi terbanyak di sosmed masih dipegang oleh Facebook, disusul Instagram, Youtube, dan Twitter. “Apapun jenis sosmed-nya kami akan amati. Saat ini jumlah pengguna terbanyak masih Facebook, lalu IG, dan Twitter. Dalam hal ini kami juga tak mau berpuas diri. Tim kami belajar terus dalam meningkatkan kemampuan di bidang ini.”

Ke depan Dikindo juga terus berusaha untuk bisa menemukan metode baru yang paling efektif dalam melakukan riset di media social. Bukan hanya soal riset medsos, Dikindo juga akan menyajikan sebuah platform baru yang bergerak dalam bidang e-commerce di segmen pasar tertentu.

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *