Usulan tarif impor 50 persen dari Brasil yang dilontarkan Presiden Donald Trump berpotensi menjadi pukulan telak bagi pecinta kopi di Amerika Serikat. Brasil merupakan pemasok biji kopi hijau terbesar bagi AS, menyuplai sekitar sepertiga dari total kebutuhan nasional.
Ancaman kenaikan tarif ini datang di tengah lonjakan harga kopi global dalam beberapa tahun terakhir, memicu kekhawatiran akan inflasi dan kenaikan harga minuman kopi di pasaran. Kenaikan ini akan semakin memberatkan konsumen, terutama setelah harga kopi sudah melonjak akibat berbagai faktor seperti kekeringan dan embun beku di perkebunan kopi Brasil.
Harga Kopi Bakal Melonjak?
Amerika Serikat, sebagai konsumen kopi terbesar dunia, sangat bergantung pada pasokan dari luar negeri. Nilai pasar kopi di AS mencapai US$ 19,75 miliar (sekitar Rp 320,41 triliun) pada tahun lalu, menurut estimasi Mintel.
Hanya Hawaii dan Puerto Riko di AS yang memiliki iklim cocok untuk budidaya kopi. Oleh karena itu, AS sangat bergantung pada impor untuk memenuhi permintaan domestiknya yang tinggi.
Kenaikan bea masuk impor 50 persen akan langsung berdampak pada harga jual kopi. Hal ini akan dirasakan oleh konsumen dengan harga kopi yang semakin mahal di pasaran.
Harga biji kopi berjangka sempat mencapai rekor tertinggi awal tahun ini. Meskipun Kamis lalu harga sedikit naik 1 persen, namun masih di bawah puncak yang tercatat pada Februari.
Harapan dan Kekhawatiran Industri
Pelaku industri makanan dan minuman di AS berharap pemerintah Trump memberikan pengecualian untuk beberapa komoditas utama, termasuk kopi. Menteri Pertanian AS, Brooke Rollins, menyatakan Gedung Putih tengah mempertimbangkan hal ini.
Namun, tanpa pengecualian, perusahaan kopi besar seperti JM Smucker (pemilik Folgers), Keurig Dr Pepper, Starbucks, dan Dutch Bros akan menghadapi lonjakan biaya yang signifikan. Ketua perusahaan pemanggang kopi asal Italia, Giuseppe Lavazza, memperingatkan potensi “inflasi yang sangat besar” di industri kopi.
Perusahaan-perusahaan ini akan berupaya meredam dampaknya, namun hal ini tidak mudah. Tom Madrecki dari Consumer Brands Association mengatakan bahwa tarif 50 persen untuk komoditas yang tidak tersedia di AS sulit untuk diatasi.
Strategi Mitigasi dan Dampak pada Perusahaan
Salah satu strategi adalah mengimpor kopi dari negara selain Brasil. Namun, hal ini tidak akan sepenuhnya mengurangi dampaknya karena harga kopi di negara lain juga akan cenderung naik.
Beberapa merek kopi rumahan telah menaikkan harga produk mereka tahun ini. Kenaikan harga lebih lanjut masih mungkin terjadi, meskipun beberapa pengecer mungkin akan berusaha menahan dampaknya.
CEO Keurig Dr Pepper, Tim Cofer, menyatakan kemungkinan penyesuaian harga tambahan di paruh kedua tahun ini. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak tarif “timbal balik” yang diperkenalkan oleh Trump.
JM Smucker telah memperingatkan investor tentang dampak tarif terhadap margin keuntungan mereka. Kopi menyumbang sekitar sepertiga dari total pendapatan Smucker.
Starbucks, yang sebelumnya menyatakan tidak akan menaikkan harga pada tahun 2025, mungkin akan menanggung beban kenaikan biaya kopi untuk sementara waktu. Strategi diversifikasi pemasok dan lini produk non-kopi menjadi penyangga.
Analisis TD Cowen memperkirakan kenaikan harga pokok penjualan Starbucks di Amerika Utara sebesar 0,5 persen. Sedangkan dampak pada Dutch Bros diperkirakan lebih minimal karena proporsi biaya kopi yang lebih kecil.
Meskipun Vietnam telah mencapai kesepakatan sementara dengan Gedung Putih, AS tetap akan memberlakukan tarif impor 20 persen terhadap produk kopi Vietnam. Dampaknya terhadap konsumen diperkirakan bervariasi, tergantung jenis minuman kopi yang dikonsumsi.
Situasi ini menyoroti kerentanan ekonomi global terhadap kebijakan proteksionis dan fluktuasi harga komoditas. Masa depan harga kopi di Amerika Serikat akan sangat bergantung pada negosiasi antara Brasil dan Gedung Putih sebelum batas waktu penerapan tarif pada 1 Agustus mendatang. Konsumen perlu bersiap menghadapi potensi kenaikan harga, sementara perusahaan kopi harus memiliki strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan ini.